Monday, December 28, 2009

Salam Maal Hijrah 1431 H dan Selamat Tahun Baru 2010



Kita telah melalui 11 hari untuk tahun hijri dan dua hari lagi kita akan menyambut 2010..Tinggal 2009 dengan pelbagai cerita suka, duka, senyum, gembira, tangisan dan gurauan. Bersyukur kepada Allah dan tahniah andai masa yang telah berlalu itu dapat kita penuhi dengan perkara yang bermanfaat dan apa yang penting ialah segala yang kita rancang untuk 2009 telah berjaya dilaksanakan..andai tak sempat nak laksanakan nak buat camne yek....kita hanya pandai merancang tp tak pandai utk laksanakan ...he he betul tak?....so utk tahun 2010 kt kena pandai rancang dan pandai jg nak laksanakn...Semoga tahun baru ini akan membawa seribu erti, penuh dengan kejayaan...keceriaan...kepositifan..kasih sayang ...keimanan dan ketakwaan yang tinggi kepada Allah SWT amin...

Wednesday, March 4, 2009

Word's From Heart


" Redha Dengan Qada' Qadar Allah "

"Sesungguhnya hati itu mudah berkarat, dan yang boleh menghilangkan karatnya itu ialah dengan membaca al-Quran, mengingati mati dan menghadiri majlis zikir"

" Agungkan perintah Allah SWT dan kasihi semua makhluk "

" Ilmu Untuk Diamal" "Berniatlah Dalam Beramal, Tidak Ada Amal Tanpa Niat"

Wednesday, October 22, 2008

KPI OF HAPPINESS....FROM IBNU ABBAS


"La Tahzan... SMILE..Hidup Ini Terlalu Singkat Untuk Sedih..Hiduplah Untuk Bahagia Dengan Rahmat Dan Redha Allah SWT..."

7 Indikator Kebahagiaan Dunia ......:.

1. Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.
Memiliki jiwa syukur bererti selalu menerima  seadanya (qona’ah), tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur , cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah bersyukur dengan pemberian dan keputusan Allah. Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW iaitu : "Kalau kita sedang susah perhatikanlah orang yang lebih susah dari kita". Bila diberi kesenangan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kesenangan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kesenangan yang lebih besar lagi. Berbahagialah orang yang pandai bersyukur!

2. Al azwaju shalihah, iaitu pasangan hidup yang soleh.

Pasangan hidup yang soleh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang soleh pula. Berbahagialah menjadi seorang isteri bila memiliki suami yang soleh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang soleh. Demikian pula seorang istri yang soleh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang isteri yang soleh.

3. Al auladun abrar, iaitu anak yang soleh.

Saat Rasulullah SAW lagi tawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang bahunya melecet. Setelah selesai tawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : "Kenapa bahumu itu ?" Jawab anak muda itu : "Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah uzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika solat, atau ketika istirahat, selain itu bakinya saya selalu menggendongnya". Lalu anak muda itu bertanya: " Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?" Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: "Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu". Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimanya kita boleh memulakan dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang soleh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang soleh.

4. albiatu sholihah


Persekitaran dan sahabat yang selamat untuk iman kita,maksudnya kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, mestilah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah hadits, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang soleh. Orang-orang yang soleh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah. Orang-orang soleh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya. Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang soleh.

5. al malul halal, atau harta yang halal.Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya. Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. "Kamu berdoa sudah bagus", kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan”. Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.

6.Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya. Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng ”hidup” kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.

7. Umur yang berkat. Umur yang berkat itu artinya umur yang semakin tua semakin soleh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang berkat umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya berkat

Itulah pesanan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia. Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan khusyu’ dengan doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebutRabbanaa aatina fid dun-yaa hasanaw (yang ertinyaYa Allah karuniakanlah aku kebahagiaan dunia ”), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas ra, iaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang soleh, teman-teman yang soleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang berkat. Walaupun kita akui sykar mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah patut kita syukuri. Doa itu selanjutnya iaitu “wa fil akhirati hasanaw” (yang ertinyadan juga kebahagiaan akhirat”), untuk memperolehinya hanyalah dengan rahmat Allah.
Kebahagiaan akhirat itu bukan syurga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Syurga itu hanyalah sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk syurga bukan karena amal soleh kita, tetapi kerana rahmat Allah.Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan solat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat syurga yang dijanjikan Allah. Kata Nabi SAW, “Amal soleh yang kalian lakukan tidak mampu memasukkan kalian ke surga”. Lalu para sahabat bertanya: “Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?”. Jawab Rasulullah SAW : “Amal soleh saya pun juga tidak cukup”. Lalu para sahabat kembali bertanya : “Kalau begitu dengan apa kita masuk syurga?”. Nabi SAW kembali menjawab : “Kita dapat masuk syurga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata”.Jadi solat , puasa , taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk syurga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amin).

Tuesday, October 21, 2008

DOSA VS HATI



DOSA
SEMUA orang tahu racun sangat berbahaya. Jangankan racun, keracunan makanan pun ditakuti. Bagaimanapun, tidak ramai orang yang tahu betapa bahayanya dosa. Ia lebih berbahaya daripada racun. Dosa membuatkan seseorang merana di dunia dan akhirat. Paling teruk kalau terminum racun orang akan mati tetapi bahaya dosa orang akan dibakar di neraka dan sebelum dibakar api neraka, orang berdosa ini terlebih dulu membakar yakni menyusahkan orang lain di dunia. Ada orang kata dosa adalah soal peribadi masing-masing, buat masing-masing tanggung, jaga kubur masing-masing. Sangat tidak betul kata-kata itu. Kubur kita orang lain yang gali manakala kubur orang lain terkadang kita yang kena uruskan. Maknanya dosa yang kita lakukan akan menyusahkan orang lain. Peminum arak rasa itu perbuatan peribadi, duit dia dan kalau mabuk dia yang terhoyong-hayang. Memanglah duit dia tetapi jika dah mabuk dia langgar orang, dah berapa ramai mangsa kemalangan angkara pemabuk. Rumah tangga lintang pukang dek kerana arak. Kan menyusahkan orang tu.

Bahaya dosa yang banyak itu ialah:

(1) Akan dicabut daripadanya nur iaitu cahaya dan seri keimanan terutama apabila melakukan dosa besar. Muka yang tidak pernah dibasahi air wuduk akan kehilangan serinya. Wajah inilah yang akan menerangi anggota wuduk di akhirat nanti.
(2) Tertutup daripada kebenaran. Maknanya pendosa mana baik dan buruk tetapi tak ikut kebaikan, dia tahu yang buruk tetapi tidak dapat meninggalkannya.
(3) Hilang rasa spontan terhadap amal kebaikan dan ganjaran serta tawaran pahala. Bila sebut syurga dia tidak teringin, bila disebut neraka tidak takut apa pun malah mengejek masuk neraka bukan seorang.
(4) Berat dan payah benar apabila ingin beramal sebaliknya mudah dan ringan apabila diajak melakukan dosa dan maksiat. Menurut ibnu al Qayyim, sesiapa yang melakukan dosa pada waktu malam, dia amat berat untuk melakukan amal pada siang kerana dosa yang dilakukan pada waktu malam menghalang beramal dan begitulah sebaliknya.
(5) Dosa membuatkan hati jadi keras dan degil. Payah benar nak dengar nasihat. Dia nasihat orang boleh tapi sangat berat bila ditegur. Suka bertekak, berbalah dan tidak menghormati orang lain. Bahasanya kasar dan tidak menghormati perasaan orang lain.
(6) Dosa derhaka kepada orang tua boleh berjangkit kepada anak-anak. Allah membalas dengan tindakan anak yang akan menyakitkan hatinya sebagaimana dia menyakiti ibubapanya.
(7) Dosa menjadi hijab doa payah diterima Allah. Ada riwayat yang menyatakan sesiapa makan makanan haram, doanya tidak diterima Allah selama 40 hari.
(8) Terkadang dosa menjadi penghalang daripada mendapat dan menemui jalan penyelesaian.(9) Dosa menjadi penyebab turunnya bala Allah. Ada satu hadis, Rasul bersabda yang maksudnya apabila nampak sangat zina dan riba, sesungguhnya mereka mengizinkan Allah menurunkan azab.

Jauhi Dosa dengan berzikrullah untuk Ketenangan Jiwa
MEREKA yang selalu menjalankan suruhan dan perintah Allah serta meninggalkan larangan-Nya akan terpancar pancaran keimanan pada wajahnya, malah kelihatan tenang, tenteram dan tidak ada kegelisahan di dalam diri.Sebaliknya mereka yang jarang bersujud kepada Allah akan gelisah, bercelaru, resah dan selalu menunjukkan sikap tidak puas dengan nikmat yang Allah berikan padanya.


Dalam hidup ini pasti ada dua golongan seperti di atas. Alangkah manisnya jika ketenangan dan ketenteraman jiwa dapat kita miliki.Betapa pula gelisahnya kita jika kegoncangan dan kegawatan jiwa membelenggu diri. Ternyata jiwa kita selalu merindui kebenaran dan ketenangan, malah kedamaian dan kebahagiaan jiwa lebih bermakna daripada segala-galanya.Untuk mencapai ke tingkat kedamaian itu hanya iman yang dapat membimbing kita. Firman Allah bermaksud: “Orang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingati Allah.

Ingatlah hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram.”Mereka yang inginkan ketenangan jiwa mesti mendidik jiwa terlebih dulu. Jiwa dapat dididik dengan dua cara iaitu menjauhi dosa jasmani dan dosa rohani.Untuk menjauhi dosa jasmani, hindarilah kejahatan yang terbit dari perbuatan anggota badan seperti mata, telinga, lidah, perut, kemaluan, tangan dan kaki.Pastikan semua anggota itu terjaga daripada perbuatan maksiat. Didiklah ia agar selalu berbuat baik kepada manusia dan beribadat kepada Allah.Untuk menjauhi dosa rohani pula dapat dilakukan dengan bersihkan diri daripada sifat tercela dan hiasi diri dengan sifat terpuji. Penyakit lidah dan penyakit hati membawa manusia kepada kebinasaan.

Sifat hasad, takbur, ujub, riya, bakhil, cintakan dunia, cintakan kemasyhuran, pemarah, mengumpat, mengadu domba, berdusta dan berkata sia-sia mesti dijauhi daripada diri.Dengan sebab itu, jiwa yang tidak pernah disirami dengan roh agama akan selalu bingung dan gelisah dengan masalah yang dihadapinya.Malah lebih terdorong untuk berbuat dosa kerana cuba menyelesaikan kegelisahan yang dihadapi dengan cara sendiri.Justeru itu, ada yang mencari dadah, arak, zina, pil khayal, bunuh diri dan pelbagai penyimpangan lagi sebagai jalan keluar daripada kecelaruan diri. Akhirnya ketenangan tidak dapat dicapai hanya dosa yang semakin menimbun.

Ternyata hanya dengan agama manusia dapat menggapai tenang dan bahagia. Masuklah ke dalam Islam secara menyeluruh agar jiwa mendapat bimbingan dan rahmat Allah.Hidup yang dibentengi agama ketika menghadapi masalah hidup, jiwa tidak gelisah dan putus asa. Bimbinglah diri dengan sebaik-baiknya serta waspada dengan diri sendiri kerana jiwa manusia mudah terpikat dengan maksiat dan dosa.Jika sudah terlanjur melanggar ketentuan Allah, segeralah bertaubat serta hapuskan dosa itu dengan perbuatan dan keperibadian yang baik.Jalinkan kembali hubungan dengan Allah yang sudah lama terputus, dambakanlah selalu bimbingan dan rahmat dari-Nya, kerana Allah memiliki rasa kasih sayang yang paling agung untuk hamba-Nya yang selalu ingat kepada-Nya. Pintu rahmat Allah selalu terbuka pada sesiapa yang merindui-Nya.

Wednesday, October 15, 2008


ILMU & AKAL
oleh:Haslinda Lukman

Pendahuluan

“Umi, belon adik dah terbang! “ jerit Ika yang berusia 4 tahun sambil menjerit dan menangis dihalaman rumah. Puan Lia yang ketika itu sedang mengambil sesuatu dalam kereta terus menutup pintu kereta dan berjalan ketempat anaknya bermain belon. “Umi tak nampak pun belon kakak terbang?”


“dah terbang kebulan tu!, Umi, umi telefon atuk dan nenek suruh dorang ambil belon Ika” Ika berkata sambil menunjuk kearah bulan yang sedang mengambang penuh. Puan Lia pun melihat sama langit yang ditunjuk Ika. Cantik sungguh langit malam dengan bulan yang terang benderan dan bintang –bintang sedang mengerdip, ciptaan hebat Allah SWT . Puan Lia tersenyum dengan permintaan anak kecilnya itu. “Macam mana pulak nenek dan atuk nak ambik belon Ika kat bulan tu, jauh tau tempat tu?” gayat Puan Lia sekadar untuk melihat sejauh mana anak kecil itu berfikir. Anak kecil itu terdiam dan berkata “ umi belilah nanti kat Alamanda ye?” mintanya. Puan Lia mengangguk sambil tersenyum geli hati.

Adik-adik yang rajin, apa yang adik-adik boleh analisa dari sketsa diatas?. Secara umum kita dapat simpulkan bahawa akal manusia sentiasa aktif berfungsi tetapi fungsinya akan terlaksana dengan hebat apabila akal itu diisi dengan ilmu, Ika yang berusia 4 tahun hanya dapat berfikir dilingkungan ilmu dan imaginasi kanak-kanaknya sahaja. Setiap tahap pemikiran manusia juga amat berbeza bergantung pada tahap ilmunya, apabila akal diisi dengan ilmu, banyak manfaat yang dapat kita perolehi.

Kelebihan Ilmu

Ilmu pengetahuan bagaikan kehidupan bagi manusia. Surah al-alaq ayat 1 hingga 5 jelas menonjolkan seruan untuk menuntut ilmu.Sabda Nabi SAW “ Sesiapa yang mengikuti jalan untuk mencari ilmu pengetahuan maka Allah akan memudahkan kepadanya suatu jalan kesyurga”(Riwayat:Muslim)

Apa sahaja yang dituntut sama ada mengajar kebaikan , mencegah kemungkaran dan yang membawa manfaat adalah ilmu.

Gandingan Ilmu dan Akal


Hakikatnya apa jua yang kita perlu lakukan perlu kepada ilmu dan untuk meletakkan ilmu sesuai pada tempatnya pula adalah peranan akal. Akal yang sihat adalah akal yang diisi dengan ilmu,

Orang yang menggunakan akalnya dipandang mulia oleh Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT yang bermaksud : “ Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi ulul albab (iaitu golongan yang berakal) iaitu orang yang mengingati Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka banyak berfikir tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata “ Wahai Tuhan kami , Kamu tidak menciptkan ini dengan sia-sia. Maha suci Engkau, maka peliharalah kami seksa neraka”.

Salah satu ciri yang terdapat pada golongan ulul albab adalah banyak berfikir. Banyak berfikir berkenaan penciptaan Allah mendekat diri manusia kepada Allah SWT.Untuk berfikir dengan baik, akal dan ilmu diperlukan.

Orang Berilmu

Islam memuliakan orang yang berilmu. Orang yang berilmu bersifat penyantun dan sangat hebat keperibadiannya kerana dengan adanya ilmu kita mampu untuk mengekang nafsu dari melakukan perkara yang tidak baik samada pada diri sendiri mahupun masyarakat dan ia akan beramal dengan ilmunya. Buktinya lahir ramai Ilmuan Islam yang unggul dalam bidang sains dan teknologi contohnya al-Biruni, al Farabi , Ibnu Rushd, Ibnu Sina dan ramai lagi.

Adik-adik semua, akal adalah alat yang sangat penting bagi mencapai kecemerlangan kerana melalui akallah ilmu dapat dimanfaatkan. Imam al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin berpendapat “ Akal adalah kekuatan pemikiran semulajadi yang dikurniakan Allah kepada manusia supaya dengannya manusia dapat mengenali hakikat sesuatu perkara. Akal adalah tempat lahir serta tertegaknya ilmu. Ilmu lahir sebagaimana terbitnya buah-buahan dari pohon dan terpancarnya cahaya dari matahari. Akal amat mulia sehinggakan haiwan yang bertubuh besar lagi perkasa berasa bimbang dan takut semasa berdepan dengan manusia kerana menyedari manusia mempunyai kekuatan helah hasil dari kekuatan akal”.


Makanan Akal

Adik-adik yang dikasihi, potensi otak manusia amat mengkagumkan . Mengikut Institut Kajian Otak UCLA, potensi ini tidak terbatas. Ia mempunyai pengetahuan untuk mencipta, menyimpan, dan mempelajari apa jua yang perkara yang dikehendaki oleh manusia. Mengikut seorang tokoh dari Rusia, Dr. Ivan Yefremov, dengan kemampuan otak, kita mampu mempelajari 40 bahasa, mampu menghafaz satu set ensiklopedia dari A hingga Z dan mampu mengikuti dan menamatkan kursus-kursus yang dianjurkan oleh puluhan kolej. Hebat bukan?

Otak dan akal adalah mempunyai perkaitan untuk menyediakan otak agar dapat berfungsi dengan baik ia memerlukan tenaga dan tenaga ini boleh diperolehi melalui karbohidrat seperti yang terdapat dalam bijiran, nasi, dan gandum. Selain itu ia juga memerlukan vitamin B dan minyak omega-3 untuk mengelakkan kemurungan, sakit mental, gangguan intelektual dan strok.


Penutup

Akal adalah alat untuk menguasai ilmu. Antara cara dapat digunakan untuk memantapkan ilmu adalah dengan memperbanyakkan pengamatan, renungan, kajian serta analisis berhubung dengan penciptaan alam. Matlamatnya adalah untuk mengagungkan dan membesarkan Allah.

Oleh itu adik-adik dalam mencari ilmu hati kita perlu ikhlas untuk mencari keredhaan Allah. Ilmu yang tidak diredhai Allah boleh mendatangkan beban dan tekanan keatas pemiliknya akhirnya ilmu yang ada tidak akan bermanfaat andai tidak diamalkan.Manakala akal yang tidak dijaga juga boleh membawa kerosakan kepada manusia .






HADAPI MASALAH DENGAN BIJAK!
oleh:Haslinda Lukman

Pendahuluan
Setiap individu baik remaja, dewasa atau orang tua, sudah semestinya pernah menghadapi masalah dalam hidup. Kata orang hidup tanpa masalah bukan hidup namanya. Berlegar dari masalah yang paling besar hinggalah masalah yang paling kecil, semuanya tetap dinamakan masalah. Cuma masalah yang dihadapi oleh seseorang itu berbeza. Bagaimana cara untuk mengatasinya juga adalah juga satu masalah. Namun hakikatnya setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Biasanya sebelum masalah itu selesai kita akan berasa sangat tertekan, hampir putus asa kerana tidak tahan menghadapinya.

Antara masalah yang wujud di persekitaran kita ialah masalah kemiskinan, kehilangan orang tersayang, masalah cinta, pertengkaran dengan ibu bapa, corot dalam peperiksaan serta beribu-ribu masalah lagi. Masalah juga boleh menyumbang kepada masalah yang lain, contohnya masalah remaja yang tidak tahan dengan leteran ibu bapanya boleh membawa remaja itu kepada masalah lepak, pergaulan bebas, dirogol, diculik dan juga mungkin dibunuh. Masalah yang kecil apabila tidak ditangani dengan baik boleh membawa kepada mudarat yang amat besar.

Setiap hari kita tidak akan terlepas dilanda dengan masalah, sekiranya bukan kita yang bermasalah, orang lain pula yang mendatangkan masalah. Oleh itu kita perlu bersedia menghadapi permasalahan tersebut dan cuba mencari kaedah untuk mengatasinya. Sempena kedatangan bulan Ramadhan dan Syawal yang mulia ini, mari kita renung sejenak apa sebenarnya maksud setiap masalah itu, kaedah untuk mengatasinya serta panduan menghadapi masalah dengan tenang.

UJIAN IMAN
Masalah sebenarnya adalah ujian Allah kepada kita untuk mengukur sejauh mana tahap keimanan dan ketakwaan kita terhadap-Nya. Sebab sebagai manusia kita sering terlupa serta lalai dengan tanggungjawab kita sebagai hamba Allah apabila hidup kita sentiasa dilimpahi kesenangan dan kemewahan. Lebih-lebih lagi ketika usia remaja, hidup penuh dengan keseronokan dan sentiasa ingin mencuba sesuatu yang baru walaupun perkara itu jelas haram di sisi agama dan menyalahi undang-undang dunia, contohnya mengambil dadah dan hanyut dengan maksiat, dengan adanya ujian seperti ini, ia akan kembali mengingati apakah hidup kita selama ini mengikuti peraturan atau landasan yang telah ditetapkan oleh Allah ataupun telah jauh menyimpang.

Setiap masalah, kesukaran, kesakitan dan apa jua yang menyeksa jiwa adalah merupakan ujian dari Allah untuk menguji sejauh mana iman kita. Iman perlu kepada ujian. Ini jelas sebagaimana maksud firman Allah :

"Adakah manusia itu menyangka bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta." ( al-Ankabut: 2 - 3)


DARJAT DI SISI ALLAH
Ujian atau dugaan yang datang adalah dari Allah, sama ada ujian itu sebagai ‘kifarah’ dosa yang telah kita lakukan atau untuk mengangkat darjat kita di sisi-Nya. Allah juga tidak menduga hamba-hamba-Nya tanpa mengambil kira kesanggupannya atau keupayaan mereka untuk menghadapinya, ujian dan dugaan yang diturunkan Allah kepada hambanya adalah seiring dengan keupayaan individu itu untuk menyelesaikan masalahnya. Ini bersesuaian dengan firman Allah dalam surah al-Baqarah:286 yang bermaksud “ Allah tidak membebankan seseorang melainkan dengan kesanggupannya”.

Oleh itu sekiranya kita berhadapan dengan masalah, cubalah bawa bertenang, bersabar dan setkan dalam minda bahawa kita sedang diuji oleh Allah, orang yang melepasi ujian itu adalah orang yang berjaya dan mendapat kedudukan yang mulia di sisi Allah.

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan Syurga untuk mereka." ( at-Taubah: 111)

CARA MENGATASI MASALAH

1.Sandarkan Harapan Pada Allah
Setiap ujian yang datang sebenarnya mempunyai banyak hikmah di sebaliknya. Yakinlah bahawa setiap kesusahan yang kita tempuhi pasti akan diganti dengan kesenangan. Ini bersesuaian dengan firman Allah dalam surah al-Nasyrah ayat 1hingga 8 yang antara lain maksudnya “ …Sesungguhnya selepas kesulitan itu pasti ada kemudahan….”

"Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakal."( At-Taubah: 129)

2.Minta Pertolongan Dari Allah
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan yang sabar dan dengan mengerjakan solat; dan sesungguhnya solat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk." ( al-Baqarah: 45)

3.Jangan Sedih dan Kecewa

"Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya jika kamu orang-orang yang beriman." ( al-Imran:139)

Yakinlah dengan janji Allah itu dan jangan cepat putus asa dengan masalah yang dihadapi sebaliknya tingkatkan usaha dan kuatkan semangat untuk mengatasinya, lihat maksud firman Allah di bawah:

“ ...dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari Rahmat Allah melainkan kaum yang kafir”( Yusuf : 12)

4.Luahkan masalah tersebut pada teman-teman yang dipercayai, walaupun dia mungkin tidak dapat membantu, tetapi sekurang-kurangnya ia dapat meringankan beban yang kamu tanggung.

5.Bandingkan masalah kita dengan masalah orang lain, mungkin masalah orang lebih besar dari masalah kita, perkara ini juga boleh membuatkan kita lebih tenang ketika menyelesaikan masalah.


Penutup
Ujian yang datang juga tandanya Allah sayangkan kita. Jadi ambillah masa untuk menilai diri dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dalam apa jua yang kita lakukan. Lakukanlah untuk mencari redha Allah. Fikir dengan positif bahawa setiap dugaan datang dari Allah dan pasti ada hikmah yang tersendiri.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." – (al-Baqarah: 216)



SAHABAT SEJATI
oleh:Haslinda Lukman

Sebaik baik sahabat disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya dan sebaik baik jiran disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap jirannya (H.R al-Hakim)

'Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-gerinya teringat mati..'

ALLAH SWT mencipta makhluk di atas muka bumi ini berpasang-pasangan. Begitu juga manusia, tidak akan hidup bersendirian. Kita tidak boleh lari dari berkawan dan menjadi kawan kepada seseorang. Jika ada manusia yang tidak suka berkawan atau melarang orang lain daripada berkawan, dia dianggap ganjil dan tidak memenuhi ciri-ciri sebagai seorang manusia yang normal.


Inilah antara hikmah, kenapa Allah SWT mencipta manusia daripada berbagai bangsa, warna kulit dan bahasa. Firman Allah SWT dalam surah al-Hujurat ayat 13, yang bermaksud:
“Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan berpuak-puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu sama lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang lebih bertakwa. Sesungguhnya Allah maha mengetahui, lagi maha mendalam pengetahuanNya.’


PILIHLAH.....

DALAM Islam faktor memilih kawan amat dititikberatkan. Hubungan persahabatan adalah hubungan yang sangat mulia, kerana kawan atau sahabat berperanan dalam membentuk personality individu. Ada kawan yang sanggup bersusah-payah dan berkongsi duka bersama kita, dan tidak kurang juga kawan yang nampak muka semasa senang dan hanya sanggup berkongsi kegembiraan sahaja.

Pendek kata sahabat boleh menentukan corak hidup kita. Justeru, jika salah pilih sahabat kita akan merana dan menerima padahnya. Selari dengan hadith Rasululah saw yang bermaksud: “ Seseorang itu adalah mengikut agama temannya, oleh itu hendaklah seseorang itu meneliti siapa yang menjadi temannya” (H.R Abu Daud). Bak kata pepatah Arab, “ Bersahabat dengan penjual minyak wangi, kita akan menerima percikan wangiannya, manakala bersahabat dengan tukang besi, percikan apinya akan mencarikkan baju kita.”

Apakah ciri-ciri seorang sahabat yang baik? Seorang bijak pandai berpesan kepada anak lelakinya: “Wahai anakku, sekiranya engkau berasa perlu untuk bersahabat dengan seseorang, maka hendaklah engkau memilih orang yang sifatnya seperti berikut:

Jika engkau berbakti kepadanya, dia akan melindungi kamu;
Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya, dia akan membalas balik persahabatan kamu;
Jika engkau memerlu pertolongan daripadanya, dia akan membantu kamu;
Jika engkau menghulurkan sesuatu kebaikan kepadanya, dia akan menerimanya dengan baik;
Jika dia mendapat sesuatu kebajikan (bantuan) daripada kamu, dia akan menghargai atau menyebut kebaikan kamu;
Jika dia melihat sesuatu yang tidak baik daripada kamu, dia akan menutupnya;
Jika engkau meminta bantuan daripadanya, dia akan mengusahakannya;
Jika engkau berdiam diri (kerana malu hendak meminta), dia akan menayakan kesusahan kamu;
Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, dia akan meringankan kesusahan kamu;
Jika engkau berkata kepadanya, nescaya dia akan membenarkan kamu;
Jika engkau merancangkan sesuatu, nescaya dia akan membantu kamu;
Jika kamu berdua berselisih faham, nescaya dia lebih senang mengalah untuk menjaga kepentingan persahabatan.
Dia membantumu menunaikan tanggungjawab serta melarang melakukan perkara buruk dan maksiat
Dia mendorongmu mencapai kejayaan didunia dan akhirat.
Sebagai remaja yang terlepas daripada pandangan ayah ibu berhati-hatilah jika memilih kawan. Kerana kawan, kita bahagia tetapi kawan juga boleh menjahanamkan kita.


JANGAN SALAH PILIH.....

Hati-hatilah atau tinggalkan sahaja sahabat seperti dibawah:
sahabat yang tamak: ia sangat tamak, ia hanya memberi sedikit dan meminta yang banyak, dan ia hanya mementingkan diri sendiri.
sahabat hipokrit: ia menyatakan bersahabat berkenaan dengan hal-hal lampau, atau hal-hal mendatang; ia berusaha mendapatkan simpati dengan kata-kata kosong; dan jika ada kesempatan membantu, ia menyatakan tidak sanggup.
sahabat pengampu: Dia setuju dengan semua yang kamu lakukan tidak kira betul atau salah, yang parahnya dia setuju dengan hal yang tidak berani untuk menjelaskan kebenaran, di hadapanmu ia memuji dirimu, dan di belakangmu ia merendahkan dirimu.
sahabat pemboros dan suka hiburan: ia menjadi kawanmu jika engkau suka pesta , suka berkeliaran dan ‘melepak’ pada waktu yang tidak sepatutnya, suka ke tempat-tempat hiburan dan pertunjukan.

Hati-hatilah memilih kawan, kerana kawan boleh menjadi cermin peribadi seseorang. Apa pun berkawanlah kerana Allah untuk mencari redha-NYA.